Merancang Bangun dan Menganalisa Wide Area Network (WAN)
I.1. LATAR BELAKANG
Pada tahun 1940-an di Amerika ada sebuah penelitian
yang ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer secara bersama.
Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super
komputer, karena mahalnya harga perangkat komputer maka ada tuntutan sebuah komputer
mesti melayani beberapa terminal. Dari sinilah maka muncul konsep distribusi
proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System),
bentuk pertama kali jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer.
Selanjutnya konsep ini berkembang menjadi proses
distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host
komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani
beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer.
Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah
mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer
dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun
komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui
komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang
dikenal dengan sebutan LAN (Local Area Network). Demikian pula ketika Internet
mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai
berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa ditingkat dunia yang disebut
dengan istilah WAN (Word Area Network).
Jenis-jenis jaringan
Secara umum jaringan komputer terdiri
atas lima jenis:
1. Local Area Network
(LAN)
Local Area Network (LAN), merupakan jaringan local
yang digunakan oleh suatu organisasi untuk berbagi sumber daya (resources
sharing) seperti printer dan file. LAN biasanya dibangun dan dikelola oleh organisasi tersebut. Teknologi
LAN antara lain Ethernet, Token Ring dan FDDI.
Ciri-ciri LAN:
Ø Bekerja di area geografis
yang terbatas.
Ø Dapat digunakan multi-access hingga high-bandwidth.
Ø Administrasi dilakukan
melalui administrator lokal.
Ø Koneksi secara Full-Time dan
langsung (Directly Connected )
Alat-alat yang umum digunakan
:
2. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya
merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan
teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan
yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan
untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan
jaringan televisi kabel.
3. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup
sebuah negara bahkan benua. WAN memungkinkan terjadinya komunikasi diantara dua
perangkat yang terpisah jarak yang sangat jauh. WAN menginterkoneksikan
beberapa LAN yang kemudian menyediakan akses ke komputer–komputer atau file
server pada lokasi lain.Beberapa teknologi WAN antara lain adalah Modem, ISDN,
DSL, Frame Relay, T1, E1, T3, E3 dan SONET.
Ciri-ciri WAN:
Ø Bekerja di area geografis
yang luas.
Ø Dapat diakses melalui Serial
Interface dengan kecepatan yang rendah.
Ø Koneksi secara Full-Time dan Part-Time
Alat-alat yang umum digunakan
:
4. Intranet
Melibatkan jaringan LAN dan
Web Server yang terpasang pada jaringan LAN tersebut. Web Server digunakan
untuk melayani permintaan pengguna internal suatu organisasi untuk menampilkan
data dan gambar. Intranet ini mempunyai sifat tertutup yang berarti pengguna
dari luar organisasi tidak dapat mengaksesnya.
5. Internet
Sebenarnya terdapat banyak
jaringan di dunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak
yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk
bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali
tidak compatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini
diperlukan sebuah mesin yang disebut gatewayguna melakukan hubungan
dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun
perangkat lunaknya.Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang
disebut dengan internet.
I.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan Latar Belakang diatas, maka dapat
ditentukan rumusan masalah dalam makalah ini seperti :
1. Apa Pengertian
Jaringan ?
2. Ada Berapa
Jenis Jaringan Secara Umum ?
3. Apa Ciri – Ciri
Masing – masing Jenis Jaringan ?
I.3. Tujuan
1. Untuk
Mengetahui Pengertian Jaringan.
2. Untuk Mengetahui
Jenis – Jenis Jaringan Secara Umum.
3. Untuk Mengetahui
Ciri – Ciri Jaringan dimasing – masing Jenisnya.
II.1 Merancang Bangun dan Menganalisa Wide
Area Network (WAN)
WAN(Wide Area Network)
WAN Merupakan jaringan komunikasi data yang secara
geografis mencakup area yang sangat luas, lingkup nasional, regional dan global
dan sering menggunakan sarana fasilitas transmisi umum seperti telepon, kabel
bawah laut ataupun satelit. Protokol yang digunakan dalam WAN
Media yang melayani komunikasi WAN adalah termasuk dalam Physical layer dalam 7 OSI Layer. Data yang lalu-lalang di dalam media WAN tersebut diatur dengan menggunakan seperangkat aturan yang ada di dalam layer Data link dalam 7 OSI layer.
Gambaran dari sebuah WAN :
Seperangkat peraturan atau yang sering disebut dengan istilah protokol ini, mengatur bagaimana si pengirim dan penerima data dapat menggunakan media WAN tersebut secara teratur. Pembungkusan data dalam layer Data link ini sering disebut dengan enkapsulasi. Untuk itu, protokol pengatur ini sangatlah penting ditentukan dalam penggunaan media WAN.
Media yang melayani komunikasi WAN adalah termasuk dalam Physical layer dalam 7 OSI Layer. Data yang lalu-lalang di dalam media WAN tersebut diatur dengan menggunakan seperangkat aturan yang ada di dalam layer Data link dalam 7 OSI layer.
Gambaran dari sebuah WAN :
Seperangkat peraturan atau yang sering disebut dengan istilah protokol ini, mengatur bagaimana si pengirim dan penerima data dapat menggunakan media WAN tersebut secara teratur. Pembungkusan data dalam layer Data link ini sering disebut dengan enkapsulasi. Untuk itu, protokol pengatur ini sangatlah penting ditentukan dalam penggunaan media WAN.
II. 2 Protokol - Protokol Pengatur Penggunaan
Media WAN
- Point-to-Point protocol (PPP)
Protokol PPP adalah merupakan protokol standar yang paling banyak digunakan untuk membangun koneksi antara router ke router atau antara sebuah host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous maupun Asynchronous. PPP protocol yang merupakan salah satu jenis koneksi WAN , adalah protocol point-to-point yang pada awalnya di kembangkan sebagai method encapsulation pada komunikasi point-to-point antara piranti yang menggunakan protocol suite. PPP protocol menjadi sangat terkenal dan begitu banyak diterima sebagai metoda encapsulation WAN khususnya dikarenakan dukungannya terhadap berbagai macam protocol seperi IP; IPX; AppleTalk dan banyak lagi. Berikut ini adalah fitur kunci dari PPP protocol ini:
Protokol PPP adalah merupakan protokol standar yang paling banyak digunakan untuk membangun koneksi antara router ke router atau antara sebuah host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous maupun Asynchronous. PPP protocol yang merupakan salah satu jenis koneksi WAN , adalah protocol point-to-point yang pada awalnya di kembangkan sebagai method encapsulation pada komunikasi point-to-point antara piranti yang menggunakan protocol suite. PPP protocol menjadi sangat terkenal dan begitu banyak diterima sebagai metoda encapsulation WAN khususnya dikarenakan dukungannya terhadap berbagai macam protocol seperi IP; IPX; AppleTalk dan banyak lagi. Berikut ini adalah fitur kunci dari PPP protocol ini:
1. PPP protocol
beroperasi melalui koneksi interface piranti Data Communication Equipment (DCE)
dan piranti Data Terminal Equipment (DTE).
2. PPP protocol dapat beroperasi pada
kedua modus synchronous (dial-up) ataupun asynchronous dan ISDN.
3. Tidak ada batas transmission rate
4. Keseimbangan load melalui multi-link
6. LCP dipertukarkan saat link dibangun untuk
mengetest jalur dan setuju karenanya.
7. PPP protocol mendukung berbagai macam
protocol layer diatasnya seperti IP; IPX; AppleTalk dan sbgnya.
8. PPP protocol mendukung authentication kedua
jenis clear text PAP (Password Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP
(Chalange Handshake Authentication Protocol)
9. NCP meng-encapsulate protocol layer Network
dan mengandung suatu field yang mengindikasikan protocol layer atas.
Diagram berikut menunjukkan bagaimana PPP protocol
dihubungkan dengan model OSI.
PPP Protocol vs model OSI
Spesifikasi PPP berakhir pada layer Data link. NCP
(Network COntrol Protocol) mengijinkan PPP protocol mendukung protocol-2 layer
bagian atas seperti IP; IPX; APleTalk dll. Fleksibilitas inilah yang membuat
PPP protocol menjadi begitu popular. NCP bertindak sebagai interface antara
Data Link layer (yg dispesifikasikan oleh PPP Protocol) dengan jaringan. PPP
protocol menggunakan NCP untuk meng-encapsulate paket-2 layer Network. Paket
PPP mengandung Header yang mengindikasikan pemakaian protocol layer Network.
PPP protocol Link Control Protocol (LCP) merupakan
sayu set layanan-2 yang melaksanakan setup link dan administrasi meliputi:
o Yesting dan negosiasi Link
o Kompresi
o Authentication
o Deteksi error
Saat sesi dimulai, piranti-2 bertukar paket LCP untuk
negosiasi layanan-2 pada yang terdaftar disini. Spesifikasi PPP protocol tidak
mengandung standard layer Physical. Akan tetapi PPP protocol dapat berjalan
pada bermacam-2 standard physical synchronous dan asynckronous termasuk:
o Serial asynchronous seperti dial-up
o ISDN
o Serial synchronous
o HIgh Speed Serial Interface (HSSI)
PPP protocol membentuk komunikasi dalam tiga fase:
o Membuka link dan membentuk sesi dengan
saling bertukar LCP
o Membentuk opsi authentication melalui PAP
atau CHAP, CHAP sangat direkomendasikan.
o Setuju dengan protocol layer diatasnya
(IP; IPX; AppleTalk; dll)
- Serial Line Internet Protocol (SLIP)
SLIP merupakan pendahulu dari PPP yang banyak digunakan dalam membangun koneksi serial Point-to-Point yang menggunakan protokol komunikasi TCP/IP.
SLIP merupakan pendahulu dari PPP yang banyak digunakan dalam membangun koneksi serial Point-to-Point yang menggunakan protokol komunikasi TCP/IP.
- High-level Data Link Control (HDLC)
Protokol layer data link ini merupakan protokol ciptaan Cisco System, jadi penggunaan protokol ini hanya ketika sebuah jalur WAN digunakan oleh dua buah perangkat router Cisco saja. Apabila perangkat selain produk Cisco yang ingin digunakan, maka protokol yang digunakan adalah PPP yang merupakan protokol standar.
Protokol layer data link ini merupakan protokol ciptaan Cisco System, jadi penggunaan protokol ini hanya ketika sebuah jalur WAN digunakan oleh dua buah perangkat router Cisco saja. Apabila perangkat selain produk Cisco yang ingin digunakan, maka protokol yang digunakan adalah PPP yang merupakan protokol standar.
Untuk memenuhi berbagai macam aplikasi, HDLC
menetapkan tiga jenis stasiun, dua konfigurasi, serta tiga model
operasi pengalihan data. Ketiga jenis stasiun tersebut adalah sebagai berikut:
· Stasiun Primer: Bertanggung-jawab
mengontrol operasi jalur. Frame-frame dikeluarkan oleh primary yang disebut
perintah.
· Stasiun Sekunder: Beroperasi dibawah
kendali stasiun primer. Frame-frame dikeluarkan sekunder yang disebut respons.
Primer mempertahankan jalur logik yang terpisah dengan setiap stasiun sekunder
pada jalur.
· Stasiun Gabungan: Mengkombinasikan bentuk
primer dan sekunder. Stasiun gabungan bisa mengeluarkan perintah dan respon.
Konfigurasi jalur berupa
· Konfigurasi tidak seimbang: Terdiri dari
satu stasiun primer dan satu atau lebih stasiun sekunder, serta mendukung baik
transmisi full-duplex maupun half-duplex.
· Konfigurasi seimbang: Terdiri dari dua
stasiun gabungan, serta mendukung transmisi full-duplex maupun half-duplex.
Sedangkan mode transfer data berupa:
· Normal response mode (NRM):
Digunakan dengan konfigurasi. Primer tidak seimbang mengawali data transfer
menuju secondary, namun sekunder hanya mentransmisikan data dalam bentuk respon
sampai perintah dari primer saja.
· Asynchronous Balanced Mode (ABM):
Digunakan dengan konfigurasi seimbang. Salah satu stasiunt gabungan dapat
mengawali transmisi tanpa perlu ijin dari salah satu stasiunt gabungan lainnya.
· Asynchronous Response Mode (ARM): Digunakan
dengan konfigurasi tidak seimbang. Secondary dapat mengawali transmisi tanpa
perlu ijin yang jelas dari primer. Primer masih tetap bertanggung-jawab
terhadap jalur, termasuk inisialisasi, perbaikan kesalahan, serta diskoneksi
logik.
NRM dipergunakan pada jalur multititik, dimana
sejumlah terminal dihubungkan ke komputer host. Komputer menanyai setiap
terminal untuk dipergunakan sebagai masukan. NRM kadang-kadang juga
dipergunakan pada jalur ujung-ke-ujung, utamanya bila jalur menghubungkan
sebuah terminal atau periferal lainnya dengan sebuah komputer. ABM merupakan
mode yang paling banyak dipergunakan dibanding mode-mode lainnya: karena
membuat penggunaan jalur ujung-ke-ujung full-duplex menjadi lebih efisien sebab
tidak memerlukan overhead. Sedangkan ARM jarang digunakan: karena hanya bisa
diaplikasikan untuk keadaan-keadaan tertentu dimana sekundar perlu mengawali
transmisi.
- X.25/LAPB
X.25 merupakan standar buatan organisasi standardisasi ITU-T yang mendefinisikan cara koneksi antara perangkat DTE (Data Terminal Equipment) dengan DCE (Data Communication Equipment) yang memungkinkan perangkat-perangkat komputer dapat saling berkomunikasi. Kelebihan dari X.25 adalah kemampuannya untuk mendeteksi error yang sangat tinggi. Maka dari itu, protokol komunikasi ini banyak digunakan dalam media WAN analog yang tingkat error-nya tinggi.
X.25 merupakan standar buatan organisasi standardisasi ITU-T yang mendefinisikan cara koneksi antara perangkat DTE (Data Terminal Equipment) dengan DCE (Data Communication Equipment) yang memungkinkan perangkat-perangkat komputer dapat saling berkomunikasi. Kelebihan dari X.25 adalah kemampuannya untuk mendeteksi error yang sangat tinggi. Maka dari itu, protokol komunikasi ini banyak digunakan dalam media WAN analog yang tingkat error-nya tinggi.
X.25 adalah protokol standar yang diciptakan untuk
interfacing diantara sistem host dan jaringan packet-switching. Standar ini memiliki tiga lapisan
yaitu:
- Lapisan Fisik: menyangkut
interface antara suatu stasiun dengan jalur yang terhubung dengan simpul packet-switching.
- Lapisan Jalur: dimaksudkan
agar transfer data yang melintasi jalur fisik cukup andal, dengan cara
mentransmisikan data sebagai rantaian dari bingkai data (frame).
- Lapisan Paket: menyediakan
layanan virtual circuit eksternal, yang memungkinkan stasiun mampu menyusun
logika koneksi (virtual circuit) ke stasiun tujuan.
Kelebihan protokol X.25 :
· Protokol X.25 memiliki kecepatan
yang lebih tinggi dibanding RS-232 (64 kbps dibanding 9600 bps).
· Protokol X.25 memiliki kemampuan
untuk menyediakan logical channel per aplikasi.
· Pendudukan logical channel dapat
dilakukan secara permanen dengan mode PVC (Permanent Virtual Channel) maupun
temporary dengan mode SVC (Switched Virtual Channel) disesuaikan dengan
kebutuhan.
· Data transfer pada X.25 bersifat
reliable, data dijamin bahwa urutan penerimaan akan sama dengan waktu data
dikirimkan.
· Protokol X.25 memiliki kemampuan
error detection dan error correction.
Kekurangan protokol X.25 :
· Tidak semua sentral memiliki
antarmuka X.25. Sehingga diperlukan pengadaan modul X.25 dengan syarat bahwa
sentral sudah support X.25.
· Untuk pengembangan aplikasi
berbasis protokol X.25 membutuhkan biaya yang relatif lebih besar dibanding
dengan RS-232 terutama untuk pembelian card adapter X.25.
· Untuk komunikasi data antara
sentral dengan perangkat OMT beberapa sentral diidentifikasi menggunakan
protokol proprietary vendor tertentu yang berjalan di atas protokol X.25.
- Frame Relay
Frame relay merupakan protokol yang khusus digunakan untuk membuat koneksi WAN jenis Packet-Switched dengan performa yang tinggi. WAN protokol ini dapat digunakan di atas berbagai macam interface jaringan. Karena untuk mendukung performanya yang hebat ini, frame relay membutuhkan media WAN yang berkecepatan tinggi, reliabel, dan bebas dari error.
Frame relay merupakan protokol yang khusus digunakan untuk membuat koneksi WAN jenis Packet-Switched dengan performa yang tinggi. WAN protokol ini dapat digunakan di atas berbagai macam interface jaringan. Karena untuk mendukung performanya yang hebat ini, frame relay membutuhkan media WAN yang berkecepatan tinggi, reliabel, dan bebas dari error.
Frame-relay dirancang untuk menghilangkan overhead
yang ada pada X.25. Perbedaan utama antara frame-relay dan X.25 adalah:
· Pensinyalan kontrol panggilan bahwa
pada koneksi logik yang terpisah dari data pemakai. Simpul-simpul (node) perantara
tidak perlu mempertahankan tabel-tabel status.
· Koneksi logik untuk multiplexing
dan switching dilakukan pada lapisan 2 sebagai pengganti lapisan 3, berarti
menghilangkan satu lapisan pengolahan secara keseluruhan.
· Tidak terdapat flow-control dan error-control lompatan
demi lompatan. Bila diaplikasikan secara keseluruhan maka flow-control dan
kontrol kesalahan ujung-ke-ujung merupakan tanggung jawab lapisan yang lebih
tinggi
Jadi dengan frame-relay sebuah frame data pemakai
tunggal dikirim dari sumber ke tujuan, dan sebuah balasan, yang dibangkitkan
oleh lapisan yang lebih tinggi dibawa kembali di dalam frame. Tidak terdapat
pertukaran frame-frame data dan balasan lompatan demi lompatan.
Kekurangan utama frame-relay adalah hilangnya
kemampuan flow-contro ldan error-control jalur demi jalur
Kelebihan frame-relay adalah adanya proses komunikasi yang
ringan, penundaan lebih rendah dan laju penyelesaian yang lebih tinggi.
Frame-relay dapat dipergunakan pada akses dengan kecepetan sampai 2 Mbps.
Ada dua operasi yang terpisah yaitu: taraf
kontrol (control plane) yang terlibat dalam penetapan dan penghentian koneksi
logic, dan taraf pemakai (user plane) yang bertanggung jawab dalam hal transfer
data pemakai diantara pelanggan. Taraf kontrol berada diantara pelanggan dan
jaringan sedang taraf pemakai menampilkan fungsi ujung-ke-ujung.
- Asynchronous
Transfer Mode (ATM)
ATM merupakan sebuah protokol standar internasional untuk jaringan cell relay, di mana berbagai macam servis seperti suara, video, dan data digandeng bersamaan dengan menggunakan cell-cell yang berukuran tetap. Protokol ATM banyak digunakan untuk memaksimalkan penggunaan media WAN berkecepatan sangat tinggi seperti Synchronous Optical Network (SONET).
ATM merupakan sebuah protokol standar internasional untuk jaringan cell relay, di mana berbagai macam servis seperti suara, video, dan data digandeng bersamaan dengan menggunakan cell-cell yang berukuran tetap. Protokol ATM banyak digunakan untuk memaksimalkan penggunaan media WAN berkecepatan sangat tinggi seperti Synchronous Optical Network (SONET).
Asynchronous Transfer Mode (ATM) merupakan interface transfer paket
yang efisien. ATM menggunakan paket-paket data yang berukuran tertentu yang
disebut ‘cell”. Penggunaan cell ini menghasilkan skema yang efisien untuk
pentransmisian pada jaringan berkecepatan tinggi
ATM memiliki cara yang sama dengan packet-switching.
ATM melibatkan pentransferan data dalam bentuk potongan-potongan yang memiliki
ciri-ciri tersendiri. ATM memungkinkan koneksi logik multipel dimultipleks
melalui sebuah interface fisik tunggal.
ATM merupakan protokol yang efisien dengan kemampuan
kontrol kesalahan (error control) dan kontrol aliran minimal (flow control).
Hal ini menyebabkan berkurangnya overhead saat pengolahan sel-sel ATM sekaligus
mengurangi bit-bit overhead yang diperlukan masing-masing sel.
Lapisan fisik melibatkan spesifikasi media transmisi
dan skema pengkodean sinyal. Rate data yang ditetapkan pada lapisan fisik
berkisar mulai dari 25,6 Mbps sampai 622,08 Mbps.
Dua lapis diatasnya berkaitan dengan fungsi-fungsi
ATM, yaitu pelayanan transfer paket (ATM layer) dan lapisan adaptasi (AAL)
untuk pelayanan protokol transmisi yang tidak berbasis ATM.
Model referensi protokol melibatkan tiga taraf yang
berbeda:
· Taraf pemakai: tersedia untuk
transfer informasi pemakai, bersama-sama dengan kontrol-kontrol yang terkait.
· Taraf kontrol: menampilkan
fungsi-fungsi kontrol panggilan dan kontrol koneksi
· Taraf manajemen: menampilkan
fungsi-fungsi manajemen yang berkaitan dengan sistem secara keseluruhan
KARAKAKTERISTIK
Teknologi ATM menawarkan dua karakteristik yang
memperbaiki tingkat kecepatan transfer data. Pertama, besarnya paket yang
dikomunikasikan menjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan protokol-protokol
untuk sistem telepon, sehingga memungkinkan paket-paket dari pengguna yang
berbeda yang melewati jaringan pada waktu yang bersamaan dapat dikelompokkan
secara merata. Karakteristik ATM yang kedua adalah mengingkatnya
kecepatan, dari 25 hingga 155 Mbps. Bahkan, peralatan ATM dapat
menggabungkan 16 saluran menajadi satu untuk menghasilkan kecepatan transfer
hampir sebesar 2,5 juta bit per detik.
FORMAT HEADER SEL ATM
Terdapat dua format header sel ATM yaitu UNI atau NNI.
UNI header digunakan untuk komunikasi antara endpoint dengan ATM switch dalam
jaringan Private ATM. NNI header yang digunakan untuk komunikasi antar ATM
switch. Gambar berikut mengilustrasikan format dasar sel ATM, format header sel
UNI, dan format header sel NNI.
ATM Cell Header Fields
Berikut adalah deskripsi dari beberapa field yang
terdapat pada header sel ATM baik NNI maupun UNI
v Generic Flow Control (GFC)
Menyediakan fungsi lokal, seperti
mengidentifikasi multiple stations yang menggunakan satu
interface ATM. Field ini biasanya tidak digunakan dan diatur ke nilai
default-nya 0 (biner 0000).
v Virtual Path Identifier (VPI)
Berhubungan dengan VCI dan berfungsi mengidentifikasi
path tujuan berikutnya dari sebuah sel saat melewati serangkaian switch ATM
menuju host tujuan.
v Virtual Channel Identifier (VCI)
Berhubungan dengan VCI dan berfungsi mengidentifikasi
path tujuan berikutnya dari sebuah sel saat melewati serangkaian switch ATM
menuju host tujuan.
v Payload Type (PT)
Bit pertama menunjukkan apakah dalam sebuah sel berisi
data pengguna atau kontrol data. Jika sel berisi data pengguna, bit diatur ke
0. Jika kontrol berisi data, di set ke 1. Bit kedua menunjukkan kongesti (0 =
tidak ada kemacetan, 1 = kemacetan). Bit ketiga menunjukkan apakah sel tersebut
merupakan sel terakhir pada sebuah rangkaian sel.
v Cell Loss Priority (CLP)
Menunjukkan apakah sel harus dibuang jika menemukan
kemacetan yang ekstrem ketika bergerak melalui jaringan. Jika CLP bit sama
dengan 1, sel harus dibuang dan sebaliknya
v Header Error Control (HEC)
Menghitung checksum pada 4 byte pertama dari header.
HEC dapat mengoreksi kesalahan bit tunggal dalam byte, dengan demikian dapat
mempertahankan sel daripada membuangnya.
KESIMPULAN
WAN (Wide Area Network) Merupakan jaringan komunikasi data yang secara
geografis mencakup area yang sangat luas, lingkup nasional, regional dan global
dan sering menggunakan sarana fasilitas transmisi umum seperti telepon, kabel
bawah laut ataupun satelit.
Protokol –
Protokol Pengatur Pengguna Media WAN adalah sebagai protokol yang pembangun
koneksi dalam penggunaan media WAN, baik itu melalui router, serial
port, DTE (Data Terminal Equipment) dengan DCE (Data Communication
Equipment), atau yang lainnya yang bisa digunakan untuk jaringan.
